Berfikiran Induktif & Deduktif " Buku karangan Gorys Keraf "

0

Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah penalaran yang berdasarkan pada pengetahuan sebelumnya yang bersifat umum serta menyimpulkan pengetahuan baru yang bersifat khusus.
Penalaran deduktif ini bersifat silogisme, dalam arti penalaran deduktif ini merupakan suatu argumen yang terdiri dari premis-premis dan kesimpulan. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi
Hubungan antara premis-premis dengan kesimpulan merupakan hubungan yang tidak terpisahkan satu sama lain. Intinya terletak pada tepat tidaknya “hubungan” antara premis-premis dengan kesimpulan. Selain itu, penalaran dengan cara deduktif bersifat apriori artinya premis-premis yang ada tidak memerlukan pengamatan inderawi atau empiris.
  

Penalaran Induktif
Penalaran induktif berasal dari pengetahuan sebelumnya mengenai sejumlah kasus sejenis, bersifat khusus, individual dan konkrit. Logika induktif berasal dari pengetahuan baru yang disimpulkan dari pengetahuan yang sebelumnya. Pengetahuan baru tersebut bersifat umum. Pada prinsipnya berpikir induktif alur pikirnya dimulai dari hal yang spesifik (khusus) ke arah yang lebih umum. Argumen induktif yang baik merupakan argumen yang benar dengan premis yang bisa memberikan alasan yang jelas dan benar tentang kebenaran dari kesimpulan. Ada beberapa hal yang terkait dengan berpikir induktif yaitu fakta-fakta, premis, kesimpulan dan argumen.
Berikut ini adalah beberapa tipe berpikir induktif (types of inductive argument):
·         A strong inductive argument: suatu argumen dimana premis-premisnya memberikan bukti yang kuat untuk mendukung kesimpulan.
·         A weak inductive argument: suatu argumen dimana premis-premisnya tidak memberikan bukti yang kuat untuk mendukung kesimpulan.
·         A good inductive argument: suatu induktif argumen yang kuat dengan premispremis yang benar.
Kesimpulan yang didapat dalam berpikir deduktif merupakan suatu hal yang pasti, di mana jika kita mempercayai premis--premis yang dipakai sebagai landasan penalarannya, maka kesimpulan penlaran tersebut juga dapat kita percayai kebenaran sebagaimana kita mempercayai premis-premis terdahulu. Hal ini tidak berlaku pada kesimpulan yang ditarik secara induktif, meskipun premis yang dipakainya adalah benar dan penalaran induktifnya adalah sah, namun kesimpulannya bisa saja salah.
Logika induktif tidak memberikan kepastian namun sekadar tingkat peluang bahwa premis-premis tertentu dapat ditarik. Jika selama bulan oktober dalam beberapa tahun yang lalu hujan selalu turun, maka kita tidak bisa memastikan bahwa selama bulan oktober tahun ini juga akan turun hujan. Kesimpulan yang dapat kita tarik dalam hal ini hanyalah pengetahuan mengenai tingkat peluang untuk hujan pada tahun ini juga akan turun.
Bahaya menggunakan logika induktif yaitu terlalu cepat menarik kesimpulan yang berlaku umum, sementara jumlah kasus yang digunakan dalam premis kurang memadai dan premis yang digunakan kurang memenuhi kaedah-kaedah keilmiahan.

Penalaran " Buku karangan Gorys Keraf "

0

Penalaran (reasoning, jalan pikiran) adalah suatu proses berpikir yang berusaha menghubung-hubungkan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang diketahui menuju kepada suatu kesimpulan. Bila kita bandingkan argumentasi dengan sebuah bangunan, maka fakta, evidensi, dan sebagainya dapat disamakan dengan batu bata, batu kali, semen, dsb. Sedangkan proses penalaran itu sendiri dapat disamakan dengan bagan atau arsitektur untuk membangun gedung tersebut. Penalaran merupakan sebuah proses berpikir untuk mencapai suatu kesimpulan yang logis.
Proposisi selalu berbentuk kalimat, tetapi tidak semua kalimat adalah proposisi. Hanya kalimat deklaratif yang dapat mengandung proposisi, karena hanya kaliamat semacam itulah yang dapat dibuktikan atau disangkal kebenarannya. Kalimat-kalimat tanya, perintah, harapan, dan keinginan (desideratif) tidak pernah mengandung proposisi.
III. Inferensi dan Implikasi
Inferensi berasal dari kata Latin inferre yang berarti menarik kesimpulan. Implikasi juga berasal dari bahasa Latin yaitu dari kata implicareyang berarti melibat atau merangkum. Dalam logika, juga dalam bidang ilmiah lainnya, inferensi adalah kesimpulan yang diturunkan dari apa yang ada atau dari fakta-fakta yang ada. Sedangkan implikasi adalah rangkuman, yaitu sesuatu dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta atau evidensi itu sendiri.
Tiap proposisi dapat mencerminkan dua macam kemungkinan. Pertama, ia merupakan ucapan-ucapan factual sebagai akibat dari pengalaman atau pengetahuan seseorang mengenai sesuatu hal. Kedua, proposisi dapat juga merupakan pendapat, atau kesimpulan seseorang mengenai sesuatu hal.
Untuk membuktikan kebenaran yang terkandung dalam sebuah kesimpulan, harus dicari dan diuji fakta-fakta yang dijadikan landasan untuk menyusun kesimpulan itu. Fakta adalah apa saja yang ada, baik perbuatan yang dilakukan maupun peristiwa-peristiwa yang terjadi atau sesuatu yang ada di alam ini. Fakta adalah hal yang ada tanpa memperhatikan atau mempersoalkan bagaimana pendapat orang-orang tentangnya. Sebaliknya pendapat merupakan kesimpulan (inferensi), penilaian, pertimbangan, dan keyakinan seseorang tentang fakta atau fakta-fakta itu. Sebab itu setiap ucapan yang bersifat factual, atau suatu pernyataan yang didasarkan atas fakta, harus selalu dapat dibuktikan sebagai sesuatu yang benar atau yang mustahil. Sebaliknya pendapat atau kesimpulan hanya dapat diterima atau ditolak karena kebenaran atau kemustahilan faktanya dan cara menghubung-hubungkan fakta itu secara absah.

Book

0


Perkembangan Ejaan yang disempurnakan dibahasa indonesia

0

Seperti yang tercatat dalam sejarah republik indonesia yang tercinta ini. Ejaan yang disempurnakan atau biasa disingkat menjadi EYD adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, yaitu Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi yang mulai berlaku sejak tahun 1947.
Dan ini bukan kali pertama penggantian ejaan bahasa indonesia terjadi. Ternyata Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi juga dipakai untuk menggantikan Ejaan Van Ophuijsen yang mulai berlaku sejak tahun 1901. wogh. sejarah kita ternyata memang luar biasa.
Cukup untuk pembahasan tentang EYD, saat ini saya “baru” menyadari pentingnya berbahasa indonesia.. terlebih setelah baru-baru ini saya mulai rajin memperbaharui isi blog saya yang tercinta ini. cieeeeeeee..
Alasan utama saya adalah lalu lintas pengunjung blog. Suatu hal yang mengejutkan, ternyata blog saya juga di kunjungi oleh pecinta informasi dari luar indonesia. Padahal, secara geographic target pada google webmaster tools, saya membidik user Indonesia sebagai “pengunjung” yang saya harapkan dari goggle search engine.
Ternyata ilmu itu bersifat universal. sesuatu yang tidak bisa kita batasi hanya dengan melakukan set pada geographic target. Sungguh sesuatu yang sama luar biasanya dengan sejarah EYD bangsa kita.
Keterkejutan saya atas hadirnya pengunjung asing menimbulkan pertanyaan besar di benak saya. Bagaimana informasi yang saya sajikan dalam bahasa indonesia ini bisa di cerna oleh mereka ?? Kenapa mereka bersikeras untuk membaca padahal semua informasi ini mungkin saja tidak bisa mereka pahami karena perbedaan bahasa ??.
Setelah merenung sejenak saya mendapatkan beberapa kesimpulan, yang mungkin saja terjadi pada saat mereka membaca blog ini :
a. Bahasa Gambar : Dalam 1 Gambar bisa menjelaskan 1000 hal, ini mungkin hanya ibarat pepatah, namun ini bukanlah sesuatu yang mengada-ada. Berapa banyak tulisan yang bisa kita hemat hanya dengan menampilkan 1 gambar saja. Jadi untuk itu, mulai saat ini saya akan berusaha memperbanyak gambar screenshot maupun ilustrasi. (Konsep Blog Hemat Energy)
b. Bahasa Google Translate : Satu-satunya alasan yang masuk akal adalah, mereka menggunakan google translate untuk menterjemahkan bahasa indonesia ke bahasa yang mereka gunakan.
Uji coba google translate, yang saya lakukan baru-baru ini sungguh mengejutkan. Hasil terjemah antara blog saya ke bahasa inggris, hasilnya berantakan. huahahaha memalukan sekali.
Oke setelah melakukan perbaikan kata dan ejaan, tata bahasa penulisan, ternyata hasilnya sungguh luar biasa. Blog saya diterjemahkan secara apik oleh google translate. Selamat untuk saya dan terima kasih untuk google translate.
Ternyata untuk mendapatkan hasil terbaik dari google translate kita harus dan wajib menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, bukan bahasa prokem, bukan bahasa gaul, apalagi bahasa 4L4y.
Rajin menyunting dan uji coba terjemah google translate adalah satu-satunya solusi.
c. Menggunakan meta tag dan kata kunci yang bisa dijadikan sebagai patokan search engine, bahasa kerennya SEO, Search Engine Optimization. Sehingga informasi yang dicari oleh perambah adalah seperti yang mereka harapkan. Bukan hal yang mengada-ada apalagi mengecewakan.
Untuk hal yang terakhir ini, saya akan berusaha selalu rajin mengikuti update dari site stats nya wordpress, google webmaster tools dan yahoo site explorer. terutama kata kunci yang pengunjung gunakan untuk sampai ke blog tercinta ini.
Mudah-mudahan bisa bermanfaat. Mari Kita Cintai Bahasa Indonesia.

Petani dan 3 orang pengemis

0

Suatu hari ada seorang istri petani yang baru saja pulang dari ladang, Walaupun mereka miskin, Namun mereka tidak pernah mengeluh dan tetap mengucap syukur akan segala hal.


Ketika mereka memasuki rumahnya yang sederhana tiba-tiba mereka terusik akan tiga orang pengemis yang sedang mengobrol di depan rumahnya.

Sang istri petani pun pergi keluar untuk mencoba berbicara terhadap ketiga pengemis tersebut.

Istri petani : Pak saya tidak mengenal kalian, Tetaapi saya tau kalian semua sedang kelaparan, Ayo masuk kerumahku, Ada jagung lebih hasil panen hari ini.

Salah seorang pengemis berkata " Apa suami mu sudah pulang? "

Istri petani : Belum pak.

Seorang pengemis berkata kalau begitu kami akan menunggu suami mu.


Senja pun tiba dan pak tani sudah kembali ke rumahnya yang sederhana untuk makan malam dan beristirahat.
Namun sang istri mencoba berbicara pada suaminya. " Pak tadi ada tiga pengemis kelaparan yang mau minta makan di sini,tapi mereka baru mau masuk kerumah setelah ada bapak "

Pak tani : Baiklah, katakan pada mereka kalau aku sudah pulang dan silahkan ikut makan malam bersama kita.

Bu tani pun segera mengajak ke tiga pengemis tadi untuk makan.

Kata bu tani " Pak,suami ku sudah pulang, Sekarang ayo masuk kerumahku untuk makan malam"

Kata salah satu pengemis " Maaf bu, kami tidak bisa masuk bersama-sama, perkenalkan dia bernama kekayaan, dia bernama kesuksesan (sambil menunjuk ke arah temannya), dan aku sendiri bernama kasih sayang. sekarang tanyakan pada suamimu siapa yang berhak masuk duluan.

Sang bu tani pun masuk dan menceritakan pada sang suami.

Sang suami memilih kekayaan untuk masuk terlebih dahulu " Aku sudah bosan hidup miskin bu, Aku igin menjadi orang kaya"

Bu tani pun tidak kalah hebatnya untuk mencoba berdebat " Bukankah kesuksesan lebih baik pak untuk ladang kita yang selama ini selalu gagal??!!!"

Akhirnya sang anak berteriak dan bersikeras untuk memilih kasih sayang sebagai teman makan malamnya dan permintaan sang anak pun akhirnya mengakhiri perdebatan itu.

Bu tani pun keluar dan bertanya, siapa yang bernama kasih sayang diantara kalian ini?
silahkan,anda masuk duluan.

Si kasih sayang pun berdiri dan berjalan ke arah rumah pak tani,,,,
Namun dua orang temannya tetap saja mengikutinya, sampai-sampai bu tani heran dan bertanya, kenapa kalian mengikuti kasih sayang.

Si kekayaan berkata "kalau anda memilih kesuksesan atau kekayaan, maka yang lainnya akan tinggal di luar, namun karena anda memilih kasih sayang, maka kami berdua akan selalu mengikutinya kemana pun ia pergi.
Ketahuilah, kami ini buta, hanya kasih sayang yang bisa menunjukan jalan kebenaran, kami tidak bisa menjalani hidup tanpa dia"