Penalaran (reasoning, jalan pikiran) adalah suatu proses berpikir yang berusaha menghubung-hubungkan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang diketahui menuju kepada suatu kesimpulan. Bila kita bandingkan argumentasi dengan sebuah bangunan, maka fakta, evidensi, dan sebagainya dapat disamakan dengan batu bata, batu kali, semen, dsb. Sedangkan proses penalaran itu sendiri dapat disamakan dengan bagan atau arsitektur untuk membangun gedung tersebut. Penalaran merupakan sebuah proses berpikir untuk mencapai suatu kesimpulan yang logis.
Proposisi
selalu berbentuk kalimat, tetapi tidak semua kalimat adalah proposisi.
Hanya kalimat deklaratif yang dapat mengandung proposisi, karena hanya
kaliamat semacam itulah yang dapat dibuktikan atau disangkal
kebenarannya. Kalimat-kalimat tanya, perintah, harapan, dan keinginan
(desideratif) tidak pernah mengandung proposisi.
III. Inferensi dan Implikasi
Inferensi berasal dari kata Latin inferre yang berarti menarik kesimpulan. Implikasi juga berasal dari bahasa Latin yaitu dari kata implicareyang
berarti melibat atau merangkum. Dalam logika, juga dalam bidang ilmiah
lainnya, inferensi adalah kesimpulan yang diturunkan dari apa yang ada
atau dari fakta-fakta yang ada. Sedangkan implikasi adalah rangkuman,
yaitu sesuatu dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta atau
evidensi itu sendiri.
Tiap
proposisi dapat mencerminkan dua macam kemungkinan. Pertama, ia
merupakan ucapan-ucapan factual sebagai akibat dari pengalaman atau
pengetahuan seseorang mengenai sesuatu hal. Kedua, proposisi dapat juga
merupakan pendapat, atau kesimpulan seseorang mengenai sesuatu hal.
Untuk
membuktikan kebenaran yang terkandung dalam sebuah kesimpulan, harus
dicari dan diuji fakta-fakta yang dijadikan landasan untuk menyusun
kesimpulan itu. Fakta adalah apa saja yang ada, baik perbuatan yang
dilakukan maupun peristiwa-peristiwa yang terjadi atau sesuatu yang ada
di alam ini. Fakta adalah hal yang ada tanpa memperhatikan atau
mempersoalkan bagaimana pendapat orang-orang tentangnya. Sebaliknya pendapat merupakan kesimpulan (inferensi), penilaian,
pertimbangan, dan keyakinan seseorang tentang fakta atau fakta-fakta
itu. Sebab itu setiap ucapan yang bersifat factual, atau suatu
pernyataan yang didasarkan atas fakta, harus selalu dapat dibuktikan
sebagai sesuatu yang benar atau yang mustahil. Sebaliknya pendapat atau
kesimpulan hanya dapat diterima atau ditolak karena kebenaran atau
kemustahilan faktanya dan cara menghubung-hubungkan fakta itu secara
absah.
0 comments:
Posting Komentar